Media sosial itu emang tempat yang aneh banget. Satu hari kamu dipuja sebagai bintang, besoknya nama kamu terseret skandal yang nggak ada ujungnya. Itulah yang dirasakan sama Lydia Setiawan, atau yang lebih kondang dengan nama panggung Lydia Onic. Gadis asal Samarinda yang jadi Brand Ambassador (BA) tim esports raksasa, Onic Esports, mendadak jadi pusat perhatian dunia maya gara-gara isu video syur Lydia Onic.
Kabar ini pecah sekitar November 2024, tapi gema pencariannya masih terasa sampai sekarang di awal 2026. Kenapa bisa awet banget? Karena narasi yang dibangun netizen itu luar biasa liar. Ada yang bilang durasinya 12 menit, ada yang bilang 13 menit, bahkan ada yang nyebar link-link mencurigakan yang katanya "isi" dari video tersebut. Tapi, jujur aja, setelah debunya mulai mengendap, kebenaran di balik semua ini jauh lebih kompleks daripada sekadar klik link video viral.
Isu 12 Menit yang Bikin Geger Dunia Esports
Kalau kamu main di Twitter (sekarang X) atau TikTok, mustahil nggak liat nama Lydia sliweran. Isunya spesifik banget: sebuah rekaman asusila yang diklaim mirip sama sang BA Onic. Angka "12 menit 13 detik" jadi semacam kode rahasia yang dicari-cari orang di kolom komentar. Tapi ayolah, kita semua tahu gimana cara kerja internet sekarang. Seringkali, apa yang disebut "video viral" itu cuma potongan klip orang lain yang kebetulan punya kemiripan fisik, atau lebih parahnya, hasil editan deepfake yang makin canggih.
Lydia sendiri nggak tinggal diam. Dia akhirnya angkat bicara di Instagram pribadinya, @lydiaaas__. Intinya? Dia bilang semua itu fitnah. Isu yang beredar sama sekali nggak benar dan nggak ada kaitannya sama aktivitas dia. Dia ngerasa jadi korban dari orang-orang nggak bertanggung jawab yang cuma pengen panjat sosial atau ngerusak reputasi dia.
Siapa Sih Sebenarnya Lydia Onic?
Banyak orang yang cuma tahu Lydia gara-gara skandal ini, padahal kariernya di dunia esports itu cukup mentereng. Dia bergabung sama Onic Esports sejak November 2021. Bayangin, umur masih belasan tahun waktu itu, tapi udah dipercaya jadi wajah dari salah satu organisasi gaming paling sukses di Indonesia.
Lydia lahir di Samarinda, 24 Juli 2004. Dia bukan cuma modal tampang doang buat jadi BA. Dia pinter joget (sering lewat di FYP TikTok), punya suara yang lumayan oke buat nyanyi, dan emang hobi main game. Sebelum masuk ke Onic, dia emang udah jadi selebgram yang punya massa banyak. Makanya, begitu berita video syur Lydia Onic ini muncul, dampaknya gede banget karena dia punya basis fans yang loyal tapi juga haters yang siap nerkam kapan aja.
Fakta yang Sering Salah Kaprah
Netizen itu kadang suka "nyambung-nyambungin" hal yang nggak nyambung. Contohnya, pas Lydia pernah ngaku punya 17 mantan pacar di sebuah konten YouTube. Pengakuan ini langsung dipake orang buat nge-frame kalau dia "liar" dan akhirnya ngevalidasi isu video syur tadi. Padahal ya, punya banyak mantan bukan berarti dia pemeran video asusila, kan? Itu dua hal yang beda jalur.
Berikut beberapa hal yang perlu diluruskan soal kasus ini:
- Link Video: Kebanyakan link yang tersebar itu phishing. Jangan asal klik kalau nggak mau akun medsos kamu hilang atau HP kena virus.
- Pemeran: Sampai detik ini, nggak ada bukti forensik digital yang sah yang menyatakan itu beneran Lydia. Video yang beredar biasanya buram, kualitas rendah, dan cuma menonjolkan kemiripan wajah secara sekilas.
- Status di Onic: Meskipun diterjang badai isu, posisi Lydia sebagai BA nggak langsung dicopot gitu aja. Ini nunjukin kalau pihak manajemen biasanya punya pertimbangan internal dan bukti-bukti tersendiri sebelum ambil tindakan.
Dampak Psikologis dan Jejak Digital
Jujur, sedih juga ngeliat gimana mudahnya jari netizen ngetik hal-hal kasar di kolom komentar. Kasus seperti video syur Lydia Onic ini bukan cuma soal satu orang, tapi soal gimana budaya cyberbullying kita udah di tahap yang mengkhawatirkan. Lydia sempat menghilang sejenak dari aktivitas postingan rutinnya buat nenangin diri. Ya siapa yang nggak kena mental kalau tiba-tiba dituduh hal serendah itu di depan jutaan orang?
Pelajaran berharganya adalah jejak digital itu kejam. Sekali nama kamu dikaitkan sama kata "video syur", mesin pencari bakal terus nginget itu selama bertahun-tahun. Itulah kenapa edukasi soal digital consent dan bahaya penyebaran konten hoaks itu krusial banget buat kita pahami bareng-bareng.
Cara Bijak Menanggapi Berita Viral Seperti Ini
Kita semua punya tanggung jawab buat nggak jadi bagian dari penyebar hoaks. Kalau kamu nemu berita yang belum jelas bener atau nggaknya, ada beberapa hal yang bisa kamu lakuin biar nggak kejebak:
- Cek Sumber Resmi: Jangan percaya sama akun anonim di X yang cuma nyebar caption provokatif demi engagement. Tunggu klarifikasi dari yang bersangkutan atau media yang punya kredibilitas.
- Jangan Ikut Nyebar Link: Selain bahaya buat keamanan data kamu, nyebarin konten asusila (meskipun itu cuma link) bisa bikin kamu kena jeratan UU ITE.
- Berempati: Coba posisiin diri kamu di posisi mereka. Difitnah dengan hal yang nggak pernah kamu lakuin itu rasanya luar biasa berat.
Kabar soal video syur Lydia Onic ini sejatinya adalah pengingat buat kita semua bahwa nggak semua yang viral itu nyata. Terkadang, itu cuma noise yang diciptakan untuk menjatuhkan seseorang di puncak kariernya.
📖 Related: Why The Unbearable Weight of Massive Talent is the Most Honest Movie Nicolas Cage Ever Made
Langkah terbaik yang bisa kamu lakukan sekarang adalah berhenti mencari link yang nggak jelas itu dan mulai melihat prestasi Lydia sebagai seorang konten kreator dan Brand Ambassador. Jangan biarkan satu rumor tak berdasar menghapus semua kerja keras yang sudah dia bangun sejak tahun 2021. Kamu bisa mulai dengan melaporkan akun-akun yang menyebarkan fitnah atau link berbahaya sebagai bentuk dukungan nyata terhadap keamanan digital di Indonesia.