Kapan Trump Dilantik 2025: Kenapa Momen Ini Beda Banget dari Sebelumnya

Kapan Trump Dilantik 2025: Kenapa Momen Ini Beda Banget dari Sebelumnya

Jujur aja, politik Amerika Serikat itu selalu penuh drama, tapi tahun 2025 ini rasanya kayak level yang berbeda. Kalau kamu bertanya-tanya kapan Trump dilantik 2025, jawabannya sudah fix dan sudah lewat secara teknis jika kita melihat kalender hari ini, tapi detail di baliknya tetap bikin geleng-geleng kepala.

Donald Trump resmi diambil sumpahnya sebagai Presiden Amerika Serikat ke-47 pada hari Senin, 20 Januari 2025.

Acara sakral ini nggak cuma soal baca sumpah di depan hakim agung. Ada banyak hal gila yang terjadi, mulai dari cuaca yang ekstrem sampai tamu-tamu VIP yang bikin dahi mengernyit. Mari kita bongkar apa yang sebenarnya terjadi di Washington D.C. waktu itu.

Detik-Detik Kapan Trump Dilantik 2025 dan Drama Cuaca

Tradisi pelantikan presiden AS atau Inauguration Day biasanya dilakukan di luar ruangan, tepatnya di West Front Gedung Kapitol. Tapi tahun ini, alam punya rencana lain. Washington dilanda suhu beku dan angin kencang yang benar-benar menusuk tulang.

Akhirnya, panitia mengambil keputusan mendadak: memindahkan upacara ke dalam ruangan.

📖 Related: Trump New Gun Laws: What Most People Get Wrong

Trump mengucapkan sumpah jabatan di dalam Rotunda Gedung Kapitol sekitar jam 12:00 siang waktu setempat (EST). Buat yang nonton dari Indonesia, itu berarti sekitar tengah malam waktu Jakarta. Chief Justice John Roberts kembali menjadi orang yang memandu Trump mengucapkan kata-kata legendaris yang mengesahkannya kembali ke Gedung Putih.

Siapa Saja yang Hadir di Sana?

Bukan rahasia lagi kalau Trump punya "pasukan" pendukung dari kalangan elit teknologi sekarang. Di barisan kursi depan, kamu bisa melihat pemandangan yang nggak lazim di pelantikan-pelantikan sebelumnya:

  • Elon Musk, Jeff Bezos, dan Mark Zuckerberg duduk berdekatan. Bayangin, tiga orang terkaya di dunia ada di satu ruangan buat nonton pelantikan ini.
  • Tokoh media seperti Tucker Carlson dan Laura Ingraham dapat posisi strategis di baris kedua.
  • Pemimpin dunia seperti Presiden Argentina Javier Milei dan PM Italia Giorgia Meloni juga hadir, menunjukkan peta aliansi baru Trump di periode kedua ini.

Joe Biden? Dia tetap hadir kok, bareng Jill Biden. Ini momen yang cukup penting buat menunjukkan transisi kekuasaan yang damai, meskipun suasananya mungkin agak kaku bagi sebagian orang.

Mengapa Tanggal 20 Januari Begitu Sakral?

Mungkin kamu mikir, "Kenapa sih nggak tanggal lain aja?" Jawabannya ada di hukum. Konstitusi Amerika Serikat lewat Amandemen ke-20 sudah menetapkan bahwa masa jabatan presiden berakhir dan dimulai tepat pada tengah hari tanggal 20 Januari.

👉 See also: Why Every Tornado Warning MN Now Live Alert Demands Your Immediate Attention

Kalau tanggal itu jatuh pada hari Minggu, biasanya upacara publik digeser ke hari Senin. Kebetulan di tahun 2025, tanggal 20 jatuh pada hari Senin, bertepatan juga dengan hari libur nasional Martin Luther King Jr. Day. Ini cuma ketiga kalinya dalam sejarah pelantikan presiden berbarengan dengan hari peringatan MLK.

Agenda Hari Pertama: Apa yang Langsung Berubah?

Begitu tahu kapan Trump dilantik 2025, orang-orang langsung fokus ke apa yang dia lakukan satu jam setelahnya. Trump nggak buang waktu. Begitu masuk ke Oval Office, dia langsung tancap gas dengan beberapa kebijakan yang bikin dunia gempar.

Pertama, soal imigrasi. Trump langsung menandatangani perintah eksekutif untuk memulai program deportasi massal terbesar dalam sejarah AS. Ini janji kampanye yang paling sering dia teriakkan, dan dia benar-benar melakukannya di hari pertama.

Kedua, soal ekonomi. Dia mulai bicara soal tarif besar-besaran untuk barang impor, terutama dari China. Buat kita di Indonesia, ini kerasa banget efeknya ke nilai tukar Rupiah dan pasar saham yang sempat fluktuatif waktu itu.

✨ Don't miss: Brian Walshe Trial Date: What Really Happened with the Verdict

Fakta-Fakta Unik yang Mungkin Kamu Lewatkan

Banyak yang nggak sadar kalau pelantikan kali ini punya beberapa detail "nyeleneh":

  1. Pesta Kembang Api: Sabtu malam sebelum pelantikan, Washington D.C. sudah meriah duluan dengan kembang api raksasa yang menandai kembalinya Trump.
  2. Parade yang Pindah: Gara-gara cuaca buruk, parade tradisional di Pennsylvania Avenue agak dipersingkat dan sebagian dialihkan ke dalam Capital One Arena.
  3. Pemberian Pengampunan: Di jam-jam terakhirnya, Biden sempat memberikan pengampunan (pardon) kepada beberapa anggota keluarganya dan tokoh lain, yang menurut Trump adalah langkah politik yang menarik untuk ditanggapi.

Apa Dampaknya Buat Kita?

Oke, sekarang Trump sudah menjabat. Terus kenapa kita harus peduli?

Kebijakan "America First" jilid dua ini lebih agresif. Trump lebih berpengalaman sekarang. Dia nggak lagi dikelilingi oleh politisi tradisional Republik, tapi oleh orang-orang yang benar-benar setia sama visinya, seperti JD Vance sebagai Wakil Presiden.

Investasi di sektor teknologi dan kripto sempat melonjak setelah pelantikan karena pasar merasa Trump bakal lebih "longgar" soal regulasi. Tapi di sisi lain, perang dagang yang dia kobarkan bisa bikin harga barang-barang elektronik atau kebutuhan impor jadi lebih mahal.

Langkah Selanjutnya untuk Kamu

Kalau kamu punya investasi di saham atau sering transaksi pakai Dollar, ada baiknya lakukan ini:

  • Pantau kebijakan tarif: Lihat perkembangan kebijakan perdagangan AS karena ini bakal langsung menghantam eksportir lokal.
  • Cek portofolio kripto: Trump sempat bilang mau jadi "Presiden Kripto", jadi pergerakan regulasi di AS bakal sangat menentukan harga aset digital kamu.
  • Jangan telan mentah-mentah berita: Di era Trump, informasi seringkali sangat terpolarisasi. Pastikan kamu baca dari berbagai sumber sebelum mengambil keputusan finansial besar.

Pelantikan 20 Januari 2025 kemarin bukan cuma soal ganti pemimpin, tapi soal pergeseran arah dunia. Kita tinggal lihat gimana Trump menjalankan sisa masa jabatannya sampai 2029 nanti.